Pembahasan LO Teknologi Informasi dalam Sistem Pelayanan Kesehatan (Keperawatan) - Blok Management Keperawatan dan Sistem Informasi-
1. Definisi teknologi informasi pelayanan Kesehatan
Sistem Informasi Kesehatan (SIK) adalah
seperangkat tatanan yang meliputi dat, informasi, indikator, prosedur,
perangkat, teknologi, dan sumber daya manusia yang saling berkaitan dan
dikelola secara terpadu yang menyediakan dukungan informasi bagi proses
pengambilan keputusan, perencanaan program kesehatan, monitoring pelaksanaan
dan evaluasi di setiap jenjang administrasi kesehatan (Nyemtema, 2010) dalam (Lestari,
Jati, & Widodo, 2016).
Hal 6,
Bab 1 Sistem Informasi Kesehatan,
Fendi Hidayat, S.T.,M.KOM. 2020. Konsep Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan. Yogyakarta: Deepublish
Publisher. Tersedia dari Ipusnas.
2. Jenis jenis teknologi informasi
Perkembangan
teknologi informasi yang sudah dikembangkandalam bidang keperawatan di dunia
internasional adalah Mobile Nursing Information System, Nursing Home Clinical
System, Informatic Telephone Triage Nursing, SisEnf dan masih banyak lagi
teknologi informasi keperawatan yang sudah berjalan di luar negeri.
- Mobile Nursing Information System (MNIS)
Mobile Nursing Information System diproduksi paling
terintegrasi dengan komuter dan jaringan komunikasi.Sistem ini menawarkan
portabilitas perawat dan akses mobile ketika informasi yang dibutuhkan.
- Komputer portabel komputer laptop,komputer tablet, atau Personal Digital Assistant(PDA).
Definisi PDA (Personal Digital Assistants) adalah
sebuah alat komputer genggam portable, dan dapat dipegang tangan yang didesain
sebagai organizer individu, namun terus berkembang sepanjang masa
(Koeniger-Donohue, 2008), Pada aplikasi klinis yang sudah digunakan adalah
referensi tentang obat. PDAdengan Mudah dapat menariknya keluar ketika butuh
pengingat cepat terkait tindakan obat, intervensi, diagnosis. (Fisher &
Koren, 2007)Nursing Home Clinical System
- Penggunaan Sistem Informasi Manajemen Keperawatan (SIMK)
Kebanyakan SIMK mempunyai modul-modul untuk:
- Mengklasifikasikan pasien
- Pambentukan saraf
- Penjadwalan
- Catatan personal
- Laporan bertahap
- Pengembangan anggaran
- Alokasi sumber dan pengendalian biaya
- Analisa kelompok diagnosa yang berhubungan
- Pengendalian mutu
- Catatan pengembangan staf
- Model dan simulasi untuk pengembilan keputusan
- Rencana strategi
- Rencana permintaan jangka pendek dan rencana kerja
- Evolusi program
Putra, Candra Syah.(2019). PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT. Jurnal SIMTIKA (Sistem Informasi dan Informatika). 2(3).
3. Lingkup system informasi Kesehatan
Menurut WHO dalam (Gavinov & Soemantri, 2016), Sistem Informasi
Kesehatan (SIK) adalah salah satu dari 6 building block atau merupakan komponen
utama dalam suatu sistem kesehatan di suatu negara. Keenam komponen (building
block) sistem kesehatan tersebut adalah :
- Servive delivery (pelaksanaan pelayanan Kesehatan)
- Medical Product, vaccine, and technologies (produk medis, vaksin, dan teknologi kesehatan)
- Health workforce (tenaga medis)
- Health sistem financing (sistem pembiayaan kesehatan)
- Health information sistem (sistem informasi kesehatan)
- Leadership and governance ( kepemimpinan dan pemerintah)
4.
Menurut (Rochmat, 2018) untuk mengembangkan sistem informasi yang mendukung pembangunan kesehatan, penting untuk memahami isu strategis dan strategi pengembangan sistem informasi kesehatan secara keseluruhan. Dari pengalaman berbagai negara berkemban, termasuk indonesia dalam 2 dekade terakhir ini, isu strategis yang dihadapi dalan mengembangkan sistem informasi kesehatan dapat dikelompokkan sebagai berikut:
- Terbatasnya pengelolaan sistem informasi kesehatan yang meliputi: kurang kuatnya landasan hukum, perencanaan kebijakan dan program pengorganisasian, kerja sama dan koordinasi, pengendalian dan evaluasi, serta pembinaan dan pengawasan.
- Lemahnya pelaksanaan sistem informasi kesehatan yang meliputi :
- Data dan informasi serta indikator yang perlu dikumpulkan belum seluruhnya dan setepatnya diterapkan
- Sumber data untuk menyediakan data dan informasi pada umumnya masih lemah
- Kegiatan pengumpulan, pengolahan dan analisis data serta informasi masih bekum menyeluruh, tepat caranya dan efektif serta efisien.
- Sumber daya pendukung terutamna SDM, ilmu dan teknologi sarana dan prasarana, serta pembiayaan pada umumnya masih kurang.
- Pengembangan mutu sistem informasi kesehatan pada umumnya masih terbatas, yang meliputi anatara lain pengembangan indikator, metode dalam sistem informasi kesehatan dan sistem informasi kesehatan secara keseluruhan.
- Data dan indikator yang dihasilkan belum sepenuhnya didiseminasikan kepada para pemangku kepentingan yang berkaitan dan digunakan dengan semestinya.
Hal 11, Bab 1 Sistem Informasi Kesehatan.
Fendi Hidayat, S.T.,M.KOM. 2020. Konsep Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan. Yogyakarta: Deepublish
Publisher. Tersedia dari Ipusnas.
5. Peran teknologi informasi bagi pemberian asuhan keperawatan
SIK
bertujuan untuk mengatasi terfregmentasinya data kesehatan, mengurangi
redudansi dan inkonsistensi, mempercepat proses pengolahan data, serta
memperbaiki mekanisme pelaporan, kelengkapan dan integrasi data pada tingkat
administrasi yang lebih tinggi, namun beberapa pengalaman menunjukkan masih
lemahnya proses-proses tersebut sehingga data kesehatan belum dapat dipercaya
untuk digunakan dalam pengambilan keputusan (Lestari,
Jati, & Widodo, 2016).
Hal 6,
Bab 1 Sistem Informasi Kesehatan,
Fendi Hidayat, S.T.,M.KOM. 2020. Konsep Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan. Yogyakarta: Deepublish
Publisher. Tersedia dari Ipusnas.
6. EBN aplikasi system informasi dalam pelayanan pasien
HOME VISIT BERBASIS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN TELENURSING
Padila1
, Liza Fitri Lina2 , Henni Febriawati3 , Bintang Agustina4 , Riska Yanuarti5
Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Bengkulu1,2 Program
Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Bengkulu
Penelitian ini
bertujuan menganalisis gambaran pengadaan sistem informasi manajemen
keperawatan home visit telenursing di RSUD. Dr. M. Yunus Bengkulu. Desain
penelitian yang peneliti gunakan memodifikasi teori penelitian (R) dan
pengembangan (D). Pengembangan teknologi telenursing berbasis teknologi BAN
(body area network) dapat memberikan hasil monitoring secara real time dan
terkoneksi dengan transmisi WSN (wireless sensor network) melalui integrasi
dengan deviceenduser (laptop) yang secara desain dan implementasi dapat
digunakan didaerah pedesaan dan terpencil. Hasil penelitian terdapat rancangan sistem
program yang memiliki keunggulan mampu digunakan untuk mengirim data medis
pasien, keluhan utama, tipe penyakit yang dirasakannya (ringan, sedang dan
berat), visualisasi data secara image, sound dan text, bahkan video dapat
digunakan sebagai alat detektor kesehatan pasien berbasis digital melalui video
mail, dan riwayat kesehatan keluarga dengan teknik multimedia medical records
yang terkoneksi dengan pusat layanan kesehatan RSUD. Dr. M. Yunus Bengkulu.
Penelitian langsung diujicobakan kepada perawat untuk memperoleh pemahaman
perawat dalam penggunaan telenursing. Simpulan, yang didapat dari penelitian
ini adalah antusiasme perawat dalam menerima tantangan baru dalam memberikan
pelayanan telenursing sangat tinggi, hal tersebut dapat berdampak pada kemampuan
meningkatkan komunikasi yang efektif antara perawat dan pasien.
Padila, P., Lina, L., Febriawati, H., Agustina, B., &
Yanuarti, R. (2018). Home Visit Berbasis Sistem Informasi Manajemen
Telenursing. Jurnal Keperawatan Silampari, 2(1), 217-235. https://doi.org/https://doi.org/10.31539/jks.v2i1.305
7. IRK
Dalil dalil tentang menjaga kerahasiaan pasien
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِذَا حَدَّثَ الرَّجُلُ الحَدِيثَ ثُمَّ التَفَتَ فَهِيَ أَمَانَةٌ
''Jika seseorang menceritakan suatu peristiwa kemudian
ia berpaling, maka cerita itu menjadi amanah.'' (HR At-Turmudzi dari Jabir bin
Abdullah).
من ستر عورة أخيه المسلم ستر الله عورته يوم القيامة
''Barangsiapa yang menutupi aib saudaranya, maka Allah
akan menutup aibnya di dunia dan di akhirat kelak.'' (HR Ibnu Majah).
كَبُرَتْ خِيَانَةً أَنْ تُحَدِّثَ أَخَاكَ حَدِيثًا هُوَ
لَكَ بِهِ مُصَدِّقٌ وَأَنْتَ لَهُ بِهِ كَاذِبٌ
''Khianat terbesar adalah ketika engkau membicarakan
saudaramu perkara yang bagimu itu menganggap dirimu jujur, padahal baginya
dirimu adalah pembohong.'' (HR Bukhari).
Komentar
Posting Komentar